Boring banget liburan 3 bulan. Pukul 17.00 saya di sms sama Ivan, "Ndonk, Masku karo Anda arep munggah Merbabu, melu ra yo?" langsung saja saya mengiyakan tanpa pikir panjang. berbekal uang Rp. 50.000,- untuk belanja say langsung berangkat. 40% isi tas saya adalah sleeping bag. Sangat-sangat mendadak, tp lumayanlah, daripada ga ada kerjaan di rumah. Pukul 18.00 saya dan tim berangkat dari kota Salatiga menuju desa Chuntel. Desa Chuntel berada di kaki gunung Merbabu. Seperti biasa, melakukan pendaftaran dan membayar biaya perawatan hutan terlebih dahulu di basecamp. Pukul 19.00 tepat kami mulai melangkahkan kaki kami ke arah gunung Merbabu. Udara dingin menusuk tepat di jantung hatiku (halahhh....). Eh, tp ini beneran dingin kok, sampai baru beberapa langkah saja udah ngosh-ngosan, udaranya sangat tipis. Langkah-langkah awal terasa berat, bahkan sangat berat. Saya sempat berpikiran kalo sebaiknya saya tidur di pos I saja dan tidak ikut melanjutkan perjalanan. Semangat dari para sahabat memang tidak ada matinya, berkat dukungan dari teman-teman, saya pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. 1 jam pertama berlalu. 1 jam berikutnya saya sudah mulai terbiasa dengan keadaan sekitar, udara tipis sudah bisa di atasi. Kemudian masuk ke jam ke 3 kami berjalan kaki. Memang udara tipis bisa di atasi, tapi kali ini kaki dan para jemari sudah tidak terasa apa-apa, sangat dingin. Tapi tanggung sekali kalau saya hanya berhenti disini, akhirnya, dengan tekad yang menyala-nyala, saya terus berusaha menapakkan kaki saya satu demi satu, demi mencapai tempat yang lebih tinggi. Setelah 4jam kami berjalan, akhirnya kami melihat sebuah tower. Akhirnya sampai juga di tempat camp. Ternyata ada rombongan lain di tempat itu, kalau tidak salah mereka dari Jekardah alias Jakarta. Tapi itu bukan masalah kok. Mengistirahatkan kaki, badan, sambil menenggak seteguk air terasa sangat istimewa saat itu. Tak terasa perjalanan kami sangat cepat sekali, bayangkan!! hanya 4 jam!!! Tanpa berlama-lama, api langsung dinyalakan. It's time to cook beiybeh!! Menu andalan saat naik gunung adalah terettetereeettttttt "MIE INSTAN". Nyam... nyam... nyam.... nikmat sekali sodara-sodara!!!
Kami memutuskan untuk tidur sejenak karena saat itu masih jauh dari bangunnya sang mentari. Perut kenyang kemudian tidur adalah kombinasi yang paling PAS. Pukul 04.00 saya di bangunkan untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Merbabu, tapi apadaya, suhu udara mengalahkan saya pada saat itu. Eiittsss, tapi saya ga sendirian kok, saya ditemani oleh Ivan AKA iPan yang juga telah dikalahkan oleh dingin yang merasuk kalbu. Finally, kami membagi 2 tim, 2 orang melanjutkan perjalanan ke puncak, 2 orang stay di tower untuk menjaga barang-barang sekaligus beristirahat. Waktu berlalu. Cahaya bertaburan dari arah timur, OWWW!! itu adalah sang surya, bukan, itu adalah mentari, eh bukan juga, itu adalah Matahari. That was wonderful. Tak ada kata-kata yang dapat menyamai keindahan dari pancaran sinar Matahari mulai dari ia mengintip secara perlahan hingga menampakkan sosoknya yang utuh. Daripada dikatain banyak cingcong, nih langsung saya kasih foto-foto narsisnya aja...
Berikut ini foto-foto kedua teman saya yang melanjutkan perjalanan hingga ke Puncak Merbabu...
Memang menyesal rasanya ketika menyadari bahwa saya hanya mampu sampai tower saja, sedangkan teman saya yang lain dapat melanjutkan hingga ke puncak :( tapi inilah kemampuan fisik saya.
Ada kejadian paling menyebalkan dan tidak akan saya lupakan :p yaitu adalah bahwa PERSEDIAAN ROKOK DI BAWA SEMUA!! kami tidak di beri rokok satu batang pun! Padahal saya dan iPan adalah para perokok aktif. It's so horrible. Untung saja rombongan yang dari Jekardah itu tadi baik hati, mereka memberi kami beberapa batang rokok Djarum 76. Thanks God!
Mereka turun dari puncak sekitar pukul 08.00 mengistirahatkan badan sebentar, makan, lalu kami lanjut turun. Berangkatnya memang terasa berat, tapi turun gunung adalah kegiatan yang cukup menyenangkan buat saya, walaupun saya sempat jatuh berkali-kali, tapi tak sedikitpun luka yang saya dapatkan. Fantastis. Karena turun gunung menyenangkan, maka kami memperbanyak jadwal permotretan kami tentunya :D
Agenda kami setelan sampai di rumah adalah PIJET!!!!
Sekian.









No comments:
Post a Comment